![]() |
| Solo Keroncong Festival |
Kalau berkunjung ke Solo pada pertengahan Juli, jangan buru-buru pulang setelah wisata kuliner atau jalan-jalan ke Keraton Surakarta. Ada satu acara yang menurut saya sayang kalau dilewatkan, yaitu Solo Keroncong Festival (SKF) 2026. Sebuah festival budaya yang kembali digelar di Kota Solo dengan menghadirkan musisi nasional hingga internasional.
Festival ini bukan acara baru. Sejak pertama kali digelar pada 2009, Solo Keroncong Festival konsisten menjadi panggung bagi musik keroncong sekaligus ruang berkumpulnya para musisi, komunitas, dan penikmat musik dari berbagai daerah. Menariknya, setiap tahun selalu ada sesuatu yang baru sehingga festival ini tidak pernah terasa membosankan.
Bagi masyarakat Solo, festival ini sudah menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan. Sementara bagi wisatawan, Solo Keroncong Festival menjadi alasan lain untuk berkunjung ke Kota Bengawan selain berburu kuliner, batik, atau menikmati suasana Keraton Surakarta. Tahun ini, penyelenggaraannya terasa semakin istimewa karena berhasil masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program unggulan Kementerian Pariwisata yang menghimpun berbagai event terbaik di Indonesia.
Kalau kalian sedang merencanakan liburan ke Solo pada pertengahan Juli, tidak ada salahnya memasukkan festival ini ke dalam agenda perjalanan.
Jadwal dan Lokasi Solo Keroncong Festival 2026
Solo Keroncong Festival 2026 akan berlangsung selama dua hari, yaitu 18–19 Juli 2026. Panggung utama berada di Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta, salah satu kawasan bersejarah yang menjadi ikon Kota Solo.
Panitia membuka akses masuk mulai pukul 16.00 WIB. Waktu tersebut cukup ideal karena pengunjung bisa menikmati suasana sore di kawasan keraton sebelum pertunjukan dimulai. Menjelang malam, area alun-alun biasanya semakin ramai oleh masyarakat, wisatawan, hingga komunitas pecinta keroncong yang datang dari berbagai daerah.
Kabar baiknya, seluruh rangkaian acara dapat dinikmati secara gratis. Pengunjung tidak perlu membeli tiket atau melakukan registrasi khusus. Cukup datang ke lokasi dan menikmati pertunjukan yang telah disiapkan panitia.
Mengapa Solo Keroncong Festival Selalu Menarik?
Solo dikenal sebagai salah satu kota yang konsisten menjaga tradisi dan budaya. Hal itu terlihat dari banyaknya festival budaya yang rutin diselenggarakan, termasuk Solo Keroncong Festival.
Festival ini pertama kali digelar pada tahun 2009 dengan tujuan menghidupkan kembali musik keroncong agar tetap dikenal oleh masyarakat. Seiring berjalannya waktu, cakupan festival semakin luas. Jika pada awalnya hanya melibatkan musisi lokal, kini Solo Keroncong Festival menghadirkan penampil dari berbagai kota di Indonesia hingga luar negeri.
Yang menarik, festival ini tidak hanya mempertahankan keroncong dalam bentuk tradisional. Penyelenggara juga memberikan ruang bagi musisi muda untuk menghadirkan aransemen baru sehingga musik keroncong terasa lebih segar tanpa kehilangan ciri khasnya.
Pendekatan seperti inilah yang membuat Solo Keroncong Festival tetap relevan di tengah perkembangan musik modern.
Tema Solo Keroncong Festival 2026
Pada penyelenggaraan tahun ini, Solo Keroncong Festival mengusung tema "Keroncong Pusaka Nusantara" dengan konsep Keroncong Majestic dan tagline "Memayu Hayuning Keroncong".
Tema tersebut menggambarkan semangat menjaga keroncong sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Di sisi lain, festival ini juga ingin menunjukkan bahwa keroncong masih bisa berkembang mengikuti zaman melalui kolaborasi lintas generasi dan inovasi dalam aransemen musik.
Pemilihan Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta sebagai lokasi penyelenggaraan juga memperkuat nuansa budaya yang menjadi identitas festival ini.
Musisi Solo Keroncong Festival 2026
Salah satu alasan Solo Keroncong Festival selalu ramai adalah hadirnya musisi dengan latar belakang yang beragam.
Beberapa nama yang dijadwalkan tampil pada Solo Keroncong Festival 2026 antara lain: Bangkit Sanjaya, Tuti Maryati, Iksan Skuter, Hendri Lamiri, Iga Mawarni, Rozita Rohaizad (Malaysia).
Selain penyanyi solo, pengunjung juga dapat menikmati penampilan dari berbagai grup dan komunitas keroncong, seperti: The Royal Surakarta Symphony Orchestra, OK Lapis Legit, OK Batavia Mood, Joharini, Dejava Keroncong, OK Tunjok Langit, OK Impresif Riang Gembira.
Penampilan yang cukup menarik perhatian adalah kolaborasi Duo Wening & Jepank. Mereka memadukan instrumen keroncong dengan teknologi musik modern seperti sequencer. Kolaborasi ini menjadi contoh bahwa keroncong masih memiliki ruang untuk berinovasi tanpa harus meninggalkan identitasnya.
Yang menarik lainnya dari Solo Keroncong Festival adalah panggungnya tidak hanya diisi musisi profesional.
Pelajar dari SMA Pangudi Luhur juga ikut tampil bersama perwakilan dari lima kecamatan di Kota Solo, yaitu Jebres, Pasar Kliwon, Banjarsari, Laweyan, dan Serengan.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa musik keroncong masih memiliki tempat di hati generasi muda. Festival ini menjadi ruang bagi mereka untuk belajar, tampil, sekaligus memperkenalkan keroncong kepada teman-teman seusianya.
Keroncong Media Edukasi
Solo Keroncong Festival bukan hanya menghadirkan konser musik. Di balik panggung utama, festival ini juga menjadi ruang edukasi melalui berbagai kegiatan seperti lokakarya, diskusi, hingga sesi berbagi pengalaman antara musisi, akademisi, dan komunitas.
Selain itu, penyelenggaraan festival memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi kreatif. Kehadiran ribuan pengunjung membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menjual berbagai produk kuliner, kerajinan tangan, hingga suvenir khas Solo.
Bagi wisatawan, festival ini juga menjadi kesempatan menikmati suasana Kota Solo dari sisi yang berbeda. Setelah menyaksikan pertunjukan, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan ke Keraton Surakarta, Pasar Klewer, Kampung Batik Kauman, atau mencicipi kuliner khas seperti tengkleng, nasi liwet, dan serabi Solo.
Tips Berkunjung ke Solo Keroncong Festival 2026
Agar pengalaman menonton lebih nyaman, ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan sebelum datang ke lokasi.
- Datang sebelum pukul 16.00 WIB agar lebih mudah mendapatkan tempat.
- Gunakan pakaian yang nyaman karena acara berlangsung di ruang terbuka.
- Siapkan kamera atau ponsel dengan baterai penuh untuk mengabadikan momen.
- Luangkan waktu menikmati kuliner dan produk UMKM di sekitar lokasi festival.
- Jika datang dari luar kota, pilih penginapan di kawasan pusat Kota Solo agar lebih mudah menjangkau lokasi acara.
Solo Keroncong Festival 2026 menunjukkan bahwa musik tradisional masih memiliki tempat di tengah perkembangan zaman. Melalui kolaborasi musisi lintas generasi, inovasi dalam aransemen musik, serta dukungan masyarakat, festival ini berhasil menghadirkan keroncong dalam suasana yang lebih segar dan menarik.
Dengan tiket masuk gratis, lokasi yang berada di jantung Kota Solo, serta deretan musisi nasional hingga internasional, Solo Keroncong Festival layak menjadi salah satu agenda wisata budaya yang patut dikunjungi pada Juli 2026.
Kalau kalian berencana menghabiskan akhir pekan di Solo, sempatkan mampir ke Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta pada 18–19 Juli 2026. Siapa tahu, dari festival ini Anda justru menemukan bahwa keroncong bukan hanya musik yang menyimpan cerita masa lalu, tetapi juga masih mampu dinikmati oleh berbagai generasi hingga hari ini.
.png)
Comments
Post a Comment