Skip to main content

Posts

Featured Post

Gulai Taboh: The Lampung Coconut Curry Served at Ceremonies

Recent posts

Stone Chairs of Judgment in Ambarita: Where Batak Kings Once Held Court

  Sunlit Ambarita Stone Circle  The first thing you notice in Huta Siallagan is how ordinary the stone chairs look. Gray, worn smooth, shaded by an old tree, they could pass for a spot to rest your legs after a long walk. Then your guide starts talking, and the chairs stop being ordinary. These are the Stone Chairs of Judgment in Ambarita, the seats where Batak elders once decided whether a person would pay a fine, sit in stocks, or lose their life. A Village Built Like a Fortress Huta Siallagan sits in Ambarita, on the eastern side of Samosir Island, a short ride from Tuk Tuk. In the Batak language, huta simply means village, and this one belonged to the Siallagan clan. Its founder, King Laga Siallagan, had a wall of stacked stone raised around the settlement to keep out wild animals and raiders from rival clans. His heirs, including King Hendrik Siallagan, kept building on it. The entrance is a narrow gap in that wall, barely wide enough for one person. It is easy to see wh...

Kuliner Khas Kuantan Singingi yang Wajib Dicoba

Galamai Ada alasan lain mengapa saya ingin kembali ke Kuantan Singingi selain Pacu Jalur. Bukan hanya ingin melihat perahu panjang berpacu di Sungai Kuantan atau merasakan riuhnya penonton dari tepian sungai. Saya juga rindu dengan apa yang biasanya tersaji di meja makan masyarakat Kuansing. Oh iya, Kuansing adalah Kuantan Singingi ya teman teman. Salah satu kabupaten di Provinsi Riau. Lokasinya berada di lintas tengah. Jalur ini biasanya dilintasi kendaraan dari arah Pekanbaru yang hendak menuju Dharmasraya atau Sungai Daerah. Kabupaten Kuantan Singingi, atau yang lebih akrab disebut Kuansing, memiliki kekayaan kuliner yang menarik untuk dijelajahi. Pengaruh budaya Melayu dan Minangkabau terasa dalam banyak hidangan. Bahan-bahan yang digunakan pun dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari ikan sungai, pakis, siput sawah, ketan, hingga buah-buahan lokal. Jadi jangan heran kalau masyarakat Melayu di Kuansing ini juga sangat pandai berbahasa Minang. Bagi saya, kuliner daerah selalu m...

Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

  Rumah Pengasingan Bung Karno Jalan Soekarno-Hatta di Kota Bengkulu siang itu cukup ramai. Namun begitu melewati gerbang Rumah Pengasingan Bung Karno, suasananya terasa berbeda. Sebuah rumah tua berdiri di tengah halaman yang cukup luas. Dari luar memang tidak terlihat seperti bangunan yang menyimpan cerita besar. Tetapi di dalam bangunan inilah Soekarno pernah menjalani hari-harinya selama berada di Bengkulu. Sepintas memang saya lihat ini bukan rumah biasa. Rumah ini menyimpan cerita tentang buku-buku yang dibaca Soekarno, sandiwara yang pernah digagasnya, sepeda yang digunakannya berkeliling kota, hingga pertemuannya dengan Fatmawati. Kalau sedang berwisata sejarah di Bengkulu, tempat ini menarik untuk dikunjungi karena kita tidak hanya membaca sejarah. Kita bisa melihat ruang dan benda yang menjadi bagian dari kehidupan Soekarno pada masa itu. Ketika Soekarno Harus Meninggalkan Ende Samar saya dengar seorang guide menjelaskan kepada beberapa orang yang juga datang bersamaan si...

Menyambangi Sejarah Linau dan Keindahannya

Pantai Linau Seperti daerah lain di Sumatera, Bengkulu mempunyai daerah-daerah yang patut kita kunjungi. Salah satunya adalah Linau, sebuah daerah penuh dengan sejarah di Bumi Rafflesia. Linau merupakan salah satu destinasi wisata di Bengkulu . Sebenarnya banyak literasi yang sudah menjelaskan tentang Linau. Tapi rasa penasaran, membuat diri semakin yakin untuk merasakannya. Linau merupakan satu bagian yang tak terpisahkan dari lapisan cerita tentang pesisir selatan Bengkulu. Jaraknya memang tidak dekat. Dari Kota Bengkulu, perjalanan darat menuju kawasan Linau sekitar 226 kilometer berdasarkan perhitungan rute jalan, meskipun sejumlah pemberitaan lokal menyebut jaraknya sekitar 250 kilometer. Waktu tempuh kurang lebih lima jam dengan kendaraan roda empat. Jalurnya juga tidak mudah, berliku mendaki dan menurun. Tetapi cenderung sepi. Kalian yang akan ke Bengkulu dari Jakarta, saya rekomendasikan via Pesisir ini. Saya sendiri menikmati perjalanan ini sebagai perjalanan darat menyusuri p...

Cara Menulis Review Wisata Desa di Google Maps

Cara Menulis Review Google Maps Menulis review wisata desa di Google Maps dapat membantu calon wisatawan mendapatkan gambaran sebelum mengunjungi sebuah destinasi. Ulasan dari pengunjung memberikan informasi yang sering kali tidak ditemukan dalam deskripsi resmi, seperti kondisi jalan, suasana tempat, pelayanan, kebersihan, fasilitas, harga, hingga pengalaman selama berada di lokasi. Bagi wisata desa, ulasan pengunjung juga dapat membantu memperkenalkan potensi lokal kepada lebih banyak orang. Destinasi yang belum banyak dikenal dapat memperoleh perhatian ketika wisatawan membagikan pengalaman melalui Google Maps disertai foto dan informasi yang bermanfaat. Review yang baik tidak harus panjang. Yang lebih penting adalah memberikan pengalaman secara jujur, spesifik, dan mudah dipahami sehingga orang lain dapat menggunakannya sebagai pertimbangan sebelum berkunjung. Apa Itu Review Wisata Desa di Google Maps? Review Google Maps adalah ulasan yang diberikan pengguna setelah mengunjungi ata...

Cara Mendapatkan Review Google Maps untuk Wisata Desa

Cara Mendapatkan Review Google Maps Review Google Maps menjadi salah satu sumber informasi yang sering digunakan wisatawan sebelum mengunjungi sebuah destinasi. Melalui ulasan, calon pengunjung dapat mengetahui pengalaman wisatawan lain mengenai suasana tempat, fasilitas, akses jalan, pelayanan, hingga daya tarik yang tersedia. Bagi pengelola wisata desa, mendapatkan review Google Maps dapat membantu memperkaya informasi mengenai destinasi. Semakin banyak pengalaman nyata yang dibagikan pengunjung, semakin mudah calon wisatawan memperoleh gambaran sebelum menentukan perjalanan. Namun, mendapatkan review sebaiknya dilakukan dengan cara yang wajar dan sesuai pengalaman pengunjung. Pengelola tidak perlu meminta ulasan positif atau membuat ulasan sendiri. Fokus utama tetap memberikan pengalaman wisata yang baik sehingga pengunjung terdorong membagikan pengalamannya secara sukarela. Mengapa Review Google Maps Penting untuk Wisata Desa? Wisata desa sering kali belum memiliki banyak informasi...