Skip to main content

Featured Post

Benang Kelambu Air Terjun Unik di Kaki Rinjani

Benang Kelambu Air Terjun Unik di Kaki Rinjani

Benang Kelambu Air Terjun Unik di Kaki Rinjani

Air Terjun Benang Kelambu
Air Terjun Benang Kelambu

Ada banyak air terjun di Indonesia yang memukau karena ketinggiannya. Ada pula yang terkenal karena debit airnya yang deras. Namun, Benang Kelambu menawarkan pengalaman yang berbeda. Sebelum suara gemuruh air terdengar jelas, Anda akan lebih dulu disambut aroma tanah basah, udara pegunungan yang sejuk, dan rimbunnya pepohonan tropis yang menutupi jalur trekking. Benang Kelambu merupakan salah satu destinasi tujuan di Pulau Lombok.

Perjalanan menuju air terjun ini bukan hanya perpindahan dari tempat parkir ke lokasi wisata. Setiap langkah membawa pengunjung semakin jauh dari hiruk pikuk perkotaan dan semakin dekat dengan alam yang masih terjaga. Sesekali terdengar suara burung dari balik pepohonan, sementara cahaya matahari menembus sela-sela daun, menciptakan suasana yang terasa damai.

Ketika akhirnya sampai di depan air terjun, banyak orang berhenti sejenak tanpa berkata apa-apa. Air tidak jatuh lurus dari tebing seperti kebanyakan air terjun lainnya. Sebaliknya, air mengalir lembut dari sela-sela akar dan tumbuhan hijau yang menempel di dinding batu. Dari kejauhan, alirannya tampak seperti helaian benang putih yang membentuk tirai alami. Pemandangan inilah yang membuat Benang Kelambu menjadi salah satu destinasi wisata alam paling unik di Pulau Lombok.

Lokasi Benang Kelambu

Benang Kelambu berada di Dusun Pemotoh, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Lokasinya berada di kawasan kaki Gunung Rinjani yang masih termasuk dalam wilayah Rinjani-Lombok UNESCO Global Geopark, sebuah kawasan konservasi yang diakui dunia karena memiliki kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta nilai budaya yang tinggi.

Dari Kota Mataram, perjalanan menuju Benang Kelambu menempuh jarak sekitar 30–32 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Rute yang paling umum dilalui adalah Mataram–Narmada–Sedau–Pancor Dau–Teratak hingga tiba di Desa Aik Berik.

Bagi wisatawan yang baru mendarat di Bandara Internasional Lombok, perjalanan menuju lokasi bahkan lebih singkat, yakni sekitar 45 menit menggunakan kendaraan.

Akses jalan menuju kawasan wisata sudah beraspal dengan kondisi yang relatif baik sehingga dapat dilalui mobil maupun sepeda motor. Setelah tiba di area parkir, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalur hutan yang tertata rapi selama sekitar 20–25 menit. Bagi yang ingin menghemat tenaga, tersedia pula jasa ojek menuju titik awal air terjun.

Lokasinya juga berdekatan dengan Air Terjun Benang Stokel, sehingga sebagian besar wisatawan memilih mengunjungi kedua destinasi tersebut dalam satu perjalanan.


Mengapa Disebut Benang Kelambu?

Nama Benang Kelambu berasal dari bahasa Sasak.

Kata benang berarti benang, sedangkan kelambu merujuk pada tirai atau kain tipis yang biasa digunakan sebagai pelindung tempat tidur. Nama tersebut bukan tanpa alasan.

Berbeda dengan air terjun pada umumnya yang mengalir deras dari bibir tebing, air di Benang Kelambu justru keluar dari sela-sela vegetasi yang tumbuh di dinding batu. Air mengalir perlahan melalui akar-akar pohon, lumut, dan tumbuhan hijau sebelum jatuh ke bawah.

Dari kejauhan, aliran tersebut tampak seperti lembaran kain tipis atau tirai putih yang menjuntai di antara hijaunya tebing. Fenomena inilah yang menjadi identitas utama Benang Kelambu sekaligus membuatnya mudah dikenali dibandingkan air terjun lain di Lombok.


Daya Tarik Benang Kelambu yang Membuat Wisatawan Selalu Kembali

Banyak orang datang ke Benang Kelambu bukan hanya untuk berfoto. Ada suasana yang sulit dijelaskan dengan kata-kata ketika berada di tengah hutan tropis yang masih alami. Berikut beberapa daya tarik utamanya.

Air Terjun Bertingkat yang Unik

Salah satu keistimewaan Benang Kelambu adalah bentuknya yang bertingkat.

Air terjun ini terdiri dari tiga tingkatan alami. Tingkat pertama memiliki ketinggian sekitar 30 meter, disusul tingkat kedua sekitar 10 meter, dan tingkat terakhir sekitar 5 meter. Air mengalir dari satu tingkat ke tingkat berikutnya secara bertahap sehingga membentuk panorama yang tampak alami dan harmonis.

Tidak banyak air terjun di Indonesia yang memiliki karakter seperti ini.

Air Mengalir dari Celah Tumbuhan

Inilah ciri khas yang membuat Benang Kelambu berbeda.

Alih-alih keluar dari satu titik di atas tebing, air justru muncul dari ratusan celah kecil yang tersembunyi di balik akar pohon dan tanaman hijau. Debit air yang terbagi ke banyak titik menciptakan efek seperti tirai putih yang halus.

Saat musim hujan, aliran air menjadi lebih deras sehingga tirai alami tersebut tampak semakin tebal. Sebaliknya, pada musim kemarau, aliran air terlihat lebih lembut dan memperlihatkan detail bebatuan serta vegetasi yang menempel di tebing.

Udara Sejuk Kaki Gunung Rinjani

Karena berada di lereng Gunung Rinjani, suhu udara di kawasan Benang Kelambu terasa lebih sejuk dibandingkan wilayah pesisir Lombok.

Pepohonan yang rindang membuat sinar matahari tidak langsung mengenai jalur trekking. Bahkan pada siang hari, suasana tetap terasa nyaman untuk berjalan kaki.

Bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari aktivitas sehari-hari, suasana seperti inilah yang menjadi daya tarik utama.

Surga bagi Pecinta Fotografi

Setiap sudut Benang Kelambu memiliki karakter yang fotogenik.

Mulai dari jembatan kayu, jalur trekking yang dipenuhi pepohonan, hingga aliran air yang menyerupai tirai, semuanya menjadi latar foto yang menarik. Tak heran jika kawasan ini sering menjadi lokasi pemotretan prewedding maupun konten media sosial.

Datang pada pagi hari menjadi pilihan terbaik karena cahaya matahari masih lembut dan jumlah pengunjung belum terlalu ramai.

Rute Menuju Benang Kelambu, Perjalanan yang Menjadi Bagian dari Petualangan

Perjalanan menuju Benang Kelambu tidak hanya menawarkan tujuan yang indah, tetapi juga pengalaman menikmati pedesaan Lombok yang masih asri. Hamparan sawah, kebun milik warga, hingga siluet Gunung Rinjani akan menemani perjalanan sebelum akhirnya Anda tiba di kawasan wisata.

Bagi wisatawan yang berangkat dari Kota Mataram, jarak menuju Benang Kelambu sekitar 30–32 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Rute yang paling sering digunakan adalah Mataram – Narmada – Sedau – Pancor Dau – Teratak – Desa Aik Berik. Seluruh jalur telah beraspal sehingga nyaman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sementara itu, dari Bandara Internasional Lombok, perjalanan hanya memerlukan waktu sekitar 45–60 menit tergantung kondisi lalu lintas. Banyak wisatawan memilih menyewa mobil atau motor karena akses menuju lokasi cukup mudah dan petunjuk jalan sudah tersedia di beberapa titik.

Setibanya di kawasan wisata, kendaraan diparkir di area yang telah disediakan. Dari sinilah petualangan sesungguhnya dimulai.

Air Terjun Benang Kelambu
Air Terjun Benang Kelambu

Menyusuri Jalur Trekking di Tengah Hutan Tropis

Tidak ada kendaraan yang dapat membawa pengunjung hingga ke bawah air terjun. Semua orang harus berjalan kaki melewati jalur trekking yang telah ditata oleh pengelola.

Jaraknya sekitar 20–25 menit dengan tingkat kesulitan yang tergolong ringan. Jalur berupa susunan batu, anak tangga, dan jalan setapak yang melintasi rimbunnya hutan. Meskipun sesekali terdapat tanjakan dan turunan, jalurnya relatif aman bagi wisatawan pemula maupun keluarga.

Di sepanjang perjalanan, udara pegunungan terasa begitu segar. Gemericik air sungai kecil berpadu dengan suara burung liar menciptakan suasana yang menenangkan. Jika beruntung, Anda juga dapat melihat beberapa ekor monyet liar yang hidup bebas di kawasan hutan. Meski tampak jinak, pengunjung tetap disarankan untuk tidak memberi makan atau mendekati satwa tersebut.

Semakin dekat ke lokasi, suara aliran air mulai terdengar semakin jelas. Rasa lelah perlahan terbayar ketika tirai air khas Benang Kelambu mulai terlihat di balik pepohonan.

Bagi wisatawan lanjut usia atau yang tidak ingin berjalan jauh, tersedia jasa ojek lokal dari area pintu masuk menuju titik terdekat dengan air terjun. Layanan ini cukup membantu terutama saat musim liburan ketika jumlah pengunjung meningkat.

Harga Tiket Masuk Benang Kelambu

Salah satu alasan Benang Kelambu menjadi destinasi favorit adalah biaya wisatanya yang masih ramah di kantong.

Berikut kisaran biaya yang perlu disiapkan.

KeteranganTarif
Tiket wisatawan domestikRp5.000–Rp10.000
Tiket wisatawan mancanegaraRp10.000–Rp20.000
Parkir motorRp2.000–Rp5.000
Parkir mobilRp5.000–Rp10.000
Ojek PP (opsional)Sekitar Rp35.000
Guide lokal (opsional)Rp50.000–Rp75.000

Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pengelola, sehingga sebaiknya siapkan uang tunai saat berkunjung. Kawasan wisata umumnya beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.30 WITA.

Fasilitas yang Tersedia

Meski berada di kawasan hutan, fasilitas di Benang Kelambu sudah cukup memadai untuk menunjang kenyamanan wisatawan.

Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain:

  • Area parkir kendaraan yang luas.
  • Toilet dan kamar bilas.
  • Mushola.
  • Warung makan dan minuman.
  • Gazebo untuk beristirahat.
  • Kolam buatan untuk bermain air.
  • Spot foto berupa jembatan dan taman.
  • Jalur trekking yang tertata.
  • Camping ground.
  • Jasa ojek dan pemandu lokal.

Keberadaan fasilitas tersebut membuat wisatawan dapat menikmati suasana alam tanpa harus mengorbankan kenyamanan selama berada di kawasan wisata.


Pilihan Penginapan Dekat Benang Kelambu

Jika ingin menikmati kawasan Batukliang Utara dengan lebih santai, menginap semalam bisa menjadi pilihan yang tepat. Beberapa akomodasi berada tidak jauh dari pintu masuk Benang Kelambu.

Beberapa pilihan yang cukup dekat antara lain:

  • Stokel Cottage, sekitar 400 meter.
  • Svarga Renjana Villa, sekitar 900 meter.
  • Billi Family Hotel, sekitar 1,3 kilometer.
  • Awenk Homestay, sekitar 2,2 kilometer.
  • Lembah Sriti Homestay, sekitar 3 kilometer.
  • Asri Guesthouse, sekitar 5 kilometer.

Selain itu, kawasan Tetebatu yang berada tidak terlalu jauh juga memiliki banyak pilihan vila, homestay, hingga resort dengan suasana pegunungan yang tenang.

Menginap di sekitar Benang Kelambu memberi keuntungan karena Anda bisa datang lebih pagi sebelum kawasan mulai ramai.


Tips Berkunjung agar Pengalaman Lebih Maksimal

Benang Kelambu memang cocok dikunjungi sepanjang tahun. Namun, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan agar perjalanan menjadi lebih nyaman.

  • Datanglah pada pagi hari. Selain udara masih sangat segar, pencahayaan alami juga lebih bagus untuk fotografi dan jumlah pengunjung biasanya belum terlalu banyak.
  • Gunakan alas kaki yang memiliki daya cengkeram baik karena beberapa bagian jalur trekking dapat menjadi licin setelah hujan.
  • Bawalah pakaian ganti apabila berencana bermain air. Meski airnya sangat jernih dan menyegarkan, suhu air cukup dingin karena berasal dari mata air di kawasan Gunung Rinjani.
  • Simpan barang elektronik di dalam tas antiair untuk menghindari percikan air saat berada dekat air terjun.
  • Hormati alam dan budaya masyarakat setempat dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak vegetasi, serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketenangan kawasan wisata.

Jika memiliki waktu lebih, sempatkan mengunjungi Air Terjun Benang Stokel yang berada dalam satu kawasan. Kedua air terjun tersebut memiliki karakter yang berbeda sehingga memberikan pengalaman wisata yang saling melengkapi.

Benang Kelambu vs Benang Stokel, Mana yang Lebih Menarik?

Banyak wisatawan mengira Benang Kelambu dan Benang Stokel adalah air terjun yang sama. Padahal, keduanya memiliki karakter yang sangat berbeda meskipun berada dalam satu kawasan wisata di Desa Aik Berik. Bahkan, sebagian besar pengunjung memilih mengunjungi keduanya dalam satu perjalanan karena jaraknya yang berdekatan.

Jika Benang Stokel menghadirkan kesan gagah dengan aliran air yang deras, maka Benang Kelambu justru memancarkan ketenangan melalui aliran air yang lembut seperti tirai.

Berikut perbedaannya.

AspekBenang KelambuBenang Stokel
Arti namaTirai benang airSegumpal benang
Bentuk airMengalir dari sela-sela vegetasiJatuh langsung dari tebing
KarakterLembut dan tenangDeras dan gagah
Jumlah tingkatanTiga tingkatSatu tebing utama dengan dua aliran
Ketinggian±30 m, 10 m, dan 5 m±30 meter
Kolam alamiTidak tepat di bawah air terjunAda kolam alami yang cukup luas
LokasiLebih masuk ke dalam hutanMenjadi titik awal kunjungan

Saat berada di Benang Stokel, suara gemuruh air sudah terdengar dari kejauhan. Air jatuh dengan debit yang cukup besar ke kolam alami di bawahnya sehingga banyak wisatawan memilih bermain air atau hanya merendam kaki.

Sebaliknya, Benang Kelambu menawarkan suasana yang lebih hening. Air keluar dari ratusan celah kecil di balik akar dan lumut yang menempel pada tebing. Pemandangan inilah yang membuatnya sering dijuluki sebagai salah satu air terjun paling unik di Indonesia.

Apabila waktu Anda terbatas, mengunjungi salah satunya tetap memberikan pengalaman yang berkesan. Namun jika memiliki waktu lebih, menikmati keduanya dalam satu hari adalah pilihan terbaik karena masing-masing menawarkan pesona yang berbeda.


FAQ Benang Kelambu

1. Di mana lokasi Benang Kelambu?

Benang Kelambu berada di Dusun Pemotoh, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Lokasinya berada di kawasan kaki Gunung Rinjani dan termasuk dalam Rinjani-Lombok UNESCO Global Geopark.

2. Berapa harga tiket masuk Benang Kelambu?

Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000, sedangkan wisatawan mancanegara sekitar Rp10.000 hingga Rp20.000. Tarif dapat berubah sesuai kebijakan pengelola.

3. Berapa lama trekking menuju Benang Kelambu?

Dari area parkir atau gerbang masuk, waktu trekking sekitar 20–25 menit dengan tingkat kesulitan ringan. Jalurnya sudah tertata sehingga cukup nyaman dilalui oleh sebagian besar pengunjung.

4. Apakah Benang Kelambu cocok untuk anak-anak?

Ya. Jalur trekking tergolong mudah, tetapi anak-anak tetap harus didampingi orang dewasa, terutama saat melewati anak tangga dan area yang licin.

5. Apakah bisa berenang di Benang Kelambu?

Pengunjung dapat bermain air di sekitar kawasan air terjun. Selain itu, tersedia kolam buatan yang disediakan pengelola untuk aktivitas berendam dan berenang.

6. Kapan waktu terbaik mengunjungi Benang Kelambu?

Pagi hari antara pukul 07.00 hingga 09.00 WITA menjadi waktu yang paling disarankan. Suasana masih sepi, udara sangat sejuk, dan cahaya matahari ideal untuk fotografi.

7. Apakah harus menggunakan pemandu?

Tidak wajib. Jalur menuju Benang Kelambu sudah cukup jelas. Namun, menggunakan pemandu lokal dapat menambah wawasan mengenai sejarah, legenda, dan keunikan kawasan ini.

8. Apakah Benang Kelambu dan Benang Stokel bisa dikunjungi dalam satu hari?

Bisa. Bahkan, sebagian besar wisatawan memang mengunjungi kedua air terjun tersebut dalam satu perjalanan karena lokasinya berada dalam satu kawasan wisata.


Ada banyak alasan mengapa Benang Kelambu menjadi salah satu destinasi wisata alam terbaik di Lombok. Keunikannya bukan hanya terletak pada bentuk air terjunnya yang menyerupai tirai, tetapi juga pada perpaduan antara keindahan alam, kesejukan hutan tropis, serta cerita rakyat yang masih hidup di tengah masyarakat.

Perjalanan menuju lokasi memang membutuhkan sedikit usaha. Anda harus menyusuri jalur trekking yang membelah hutan sebelum akhirnya berdiri di hadapan air terjun yang begitu berbeda dari kebanyakan air terjun di Indonesia. Namun justru perjalanan itulah yang membuat pengalaman berkunjung terasa lebih berkesan.

Jika Anda berencana menjelajahi Pulau Lombok, sisihkan waktu untuk singgah ke Benang Kelambu. Nikmati udara pegunungan yang menyegarkan, dengarkan gemericik air yang mengalir lembut dari balik tebing hijau, lalu biarkan alam mengajarkan bahwa keindahan sering kali ditemukan setelah seseorang bersedia melangkah sedikit lebih jauh.






Comments

Popular posts from this blog

Jadwal dan Tarif Bus Arimbi Rute Bandung - Merak

Bus Arimbi adalah pilihan transportasi yang nyaman dan terpercaya bagi para penumpang yang ingin melakukan perjalanan dari Bandung ke Merak, atau sebaliknya. Dengan fasilitas lengkap dan pelayanan yang memadai, Bus Arimbi menjadikan perjalanan Anda lebih mudah dan menyenangkan. Artikel ini akan membahas tentang rute, tarif, fasilitas, serta cara pembelian tiket Arimbi untuk perjalanan yang lancar. Rute Perjalanan Bus Arimbi Bus Arimbi melayani rute perjalanan dari Bandung menuju Merak dan sebaliknya. Perjalanan dimulai dari Terminal Leuwipanjang Bandung , yang merupakan titik keberangkatan utama. Dari sini, bus akan melewati beberapa daerah dan jalur utama seperti Tol Pasir Koja, Slipi, Kebun Jeruk, Serang , Cilegon , hingga akhirnya tiba di Merak . Lama perjalanan yang dibutuhkan sekitar 6 jam, tergantung kondisi lalu lintas. Rute ini melalui jalur tol utama yang cukup ramai, namun perjalanan tetap nyaman berkat fasilitas yang disediakan oleh Bus Arimbi. Fasilitas yang Menjamin Keny...

Transportasi Umum di Bandara Radin Inten II ke Kota Bandar Lampung

Bandara Radin Inten II Bandar Udara Radin Inten II (TKG) merupakan bandara utama di Provinsi Lampung yang terletak di Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Bandara ini menjadi gerbang utama bagi wisatawan dan pebisnis yang ingin mengunjungi Lampung. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui pilihan transportasi umum yang tersedia dari dan ke bandara ini. Artikel ini akan membahas berbagai opsi transportasi, tarif, dan tips perjalanan yang bisa membantu Anda dalam merencanakan perjalanan dengan nyaman. Pilihan Transportasi Umum di Bandara Radin Inten II Saat ini, terdapat beberapa moda transportasi yang dapat digunakan dari Bandara Radin Inten II ke pusat Kota Bandar Lampung maupun ke daerah lainnya. Berikut adalah beberapa opsi transportasi yang tersedia: 1. Bus Trans Lampung Bus Trans Lampung adalah salah satu pilihan transportasi umum yang nyaman dan terjangkau dari Bandara Radin Inten II. Rute: Bandara Radin Inten II - Pahoman - Graha Wangsa (pusat Kota Bandar Lampung) Tarif: Sekitar...

Cara Merubah Tempat Duduk Kereta Api Yang Sudah Dipesan

Naik kereta api adalah salah satu pilihan transportasi yang mengasyikkan dan efisien, terutama bagi para pelancong yang mencari kenyamanan serta pemandangan yang menarik selama perjalanan.  Dengan berbagai pilihan kelas dan rute yang tersedia, kereta api menawarkan pengalaman yang unik dibandingkan dengan moda transportasi lainnya. Baik untuk perjalanan jarak jauh atau sekadar perjalanan sehari-hari, kereta api dapat memberikan kenyamanan dan kepraktisan yang dibutuhkan. Seperti pengalaman saya ketika naik perjalanan perdana Kereta Api Sangkuriang dari Bandung ke Stasiun Ketapang. Namun, terkadang, Anda mungkin perlu menyesuaikan bangku Anda agar perjalanan menjadi lebih menyenangkan dan sesuai dengan preferensi Anda. Mengganti Bangku Kereta Api Mengganti bangku kereta api dapat dilakukan dengan mudah, baik secara offline maupun online. Jika Anda memutuskan untuk mengganti bangku secara offline, Anda perlu melakukan pengajuan di stasiun kereta yang telah ditentukan. Proses ini me...