![]() |
| Kereta Api Sangkuriang |
Jujur saja, berburu tiket kereta api untuk perjalanan perdana itu sensasinya luar biasa, apalagi untuk rute baru yang sangat diantisipasi banyak orang. Perjuangan awak ini dimulai saat mencoba mendapatkan tiket kereta api (KA) Sangkuriang rute Stasiun Bandung menuju Stasiun Ketapang, Banyuwangi. Awalnya awak sempat mencoba beberapa kali namun selalu kehabisan. Beruntungnya, sekarang ada fitur notifikasi dari aplikasi Access by KAI yang langsung memberitahukan ketika tiket yang kita cari kembali tersedia. Makin canggihlah aplikasi kereta api ini. Sor awak ya kan.
Berkat fitur ini, jadilah kita berhasil mengamankan satu kursi di gerbong Eksekutif 3, tepatnya di bangku nomor 4D. Hingga beberapa waktu, awak masih terus mencoba melihat barangkali ada tiket lain yang tersedia. karena berencana untuk mengubah tempat duduk kereta api lewat aplikasi.
Sebagai penumpang perjalanan perdana pada tanggal 1 Mei 2026, awak dan kawan kawan semua mendapatkan diskon spesial peluncuran sebesar 50 persen. Harga tiket eksekutif yang normalnya dibanderol sekitar Rp 750.000, berhasil saya dapatkan hanya dengan Rp 375.000. Tadinya mau cari tiket yang kelas mahal itu, tapi habis pulak ya kan. Yaudahlah ambil yang ada aja. Sebuah keburuntungan yang sangat lumayan untuk perjalanan super panjang membelah Pulau Jawa!
Persiapan Bekal
Sebelum berangkat ke stasiun, awak sempatkan diri mampir ke Rumah Makan Malah Dicubo untuk membungkus nasi padang dengan lauk dadar dan rendang. Kenapa bawa bekal? Karena udah yakin kali awak kalau harga makanan di kereta untuk perjalanan belasan jam pasti akan lumayan menguras kantong. Tapi awak pernah naek kereta dari Pasar Senen ke Yogyakarta, di Cirebon ada Empal yang naek. Mahal sih, tapi awak rasa pas di lidah. Ya sempurna sih menurut awak.
Tapi kita pernah naik kereta Second Class dari Hatyai ke Bangkok, dan beruntung dapet makanan.
Di stasiun, tidak boleh lupa untuk melengkapi perbekalan dengan membeli 1 botol air mineral ukuran 1 liter di minimarket seharga Rp 10.500. Harganya lumayan juga jika dibandingkan dengan harga di luar stasiun, tapi tentu sangat penting untuk menjaga hidrasi. Pokoknya jangan dibandingkan dengan moda transportasi lain ya wak. Kita bicara dari sudut pandang kereta api saja.
Suasana "Lebaran" di Stasiun Bandung
![]() |
| Sayonara Bandung |
Begitu tiba di Stasiun Bandung, awak sempat kaget. Suasana stasiun sore itu ramai sekali, persis seperti sedang musim mudik Lebaran! Momen peluncuran perdana KA Sangkuriang ini ternyata menjadi magnet luar biasa. Banyak komunitas railfans (pecinta kereta api) yang hadir untuk mengabadikan momen bersejarah ini
Petugas kereta api juga terlihat sangat sibuk namun ramah, melayani penumpang dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat teliti. Pada acara peresmian ini, bahkan Direktur Utama KAI memberikan aba-aba Semboyan 40 secara langsung sebagai tanda keberangkatan perdana.
Sebelum kereta benar benar bertolak dari Stasiun Bandung. Kami dibagikan bingkisan berupa cuanki instan. Wah senang dan kagum dengan kereta api. Ternyata ada yang spesial di saat pemberangkatan perdana ini. Owh iya, dulu saya belum tahun Stasiun Bandung. Waktu naik angkot St. Hall - Sd. Serang, saya kira rutenya itu Saint Hall - Sadang Serang, hahaha.
Sebenarnya awak ini paling tak suka jika menggunakan frasa kata penumpang, karena kita beli tiket tidak menumpang ya. Lebih senang aja kalau dengar penyebutan pengguna jasa layanan.
Saya duduk bersebelahan dengan seorang penumpang lain. Sayangnya saya lupa menanyakan siapa namanya, tapi sepanjang menunggu dan di awal perjalanan, kami banyak sekali bertukar cerita tentang dunia perkeretaapian. (Halo Kang, kalau kebetulan membaca artikel ini, silakan mention saya ya!).
Tepat pukul 14.45 WIB, kereta mulai diberangkatkan dari Stasiun Bandung
Ada pemandangan menarik saat kereta mulai bergerak; terlihat beberapa pengunjung di peron ternyata memang sengaja datang hanya untuk melihat dan memotret, bukan untuk ikut naik kereta. Saya sangat salut dan merinding melihat kami diberangkatkan dengan salam hangat dari para petugas stasiun yang berbaris rapi memberikan penghormatan. Ramai betul mereka di peron sore itu!
Di dalam kereta juga banyak railfans yang ikut. Mereka ingin merasakan peluncuran perdana kereta ini. Luar biasanya, hampir separuh lebih isinya adalah railfans. Awak sempat lihat beberapa dari mereka juga membuat konten. Dan betul saja, beberapa hari setelah peluncuran, beberapa video perjalanan terlihat di youtube.
Mengenal Lebih Dekat KA Sangkuriang
![]() |
| Kereta Api Sangkuriang |
Sambil menikmati perjalanan, teman sebelah saya sempat bercerita tentang keunikan kereta ini. Kehadiran KA Sangkuriang ini ternyata memecahkan rekor sebagai kereta dengan rute terpanjang kedua di Indonesia, menempuh jarak sekitar 1.002 kilometer dengan estimasi waktu tempuh 16 jam 7 menit.
Kereta ini hanya berbeda sedikit dari KA Blambangan Ekspres (relasi Pasar Senen-Ketapang) yang menempuh jarak 1.031 kilometer. Di peluncuran perdana, Sangkuriang baru beroperasi satu arah untuk rute Bandung–Ketapang dengan nomor PLB 7044A. Pada 2 Mei, perjalanan kereta untuk arah sebaliknya, Ketapang–Bandung dengan nomor PLB 7043A.
Nama "Sangkuriang" sendiri diambil dari legenda populer masyarakat Sunda tentang asal-usul Gunung Tangkuban Parahu dan Cekungan Bandung. Kisah tentang Sangkuriang, Dayang Sumbi, dan Si Tumang ini tak hanya hidup dalam cerita rakyat, tapi kini menginspirasi penamaan salah satu layanan transportasi andalan yang menghubungkan ujung barat dan ujung timur Pulau Jawa.
KA Sangkuriang ini dirancang untuk memperkuat konektivitas tanpa transit, melintasi enam Daerah Operasi (Daop) sekaligus, mulai dari Daop 2 Bandung hingga Daop 9 Jember. Untuk rangkaiannya sendiri, KA Sangkuriang ini ditarik oleh lokomotif andalan CC206.
Rangkaian kereta perdana ini membawa beberapa kelas sekaligus, yaitu 5 kereta eksekutif berkapasitas 200 penumpang, 3 kereta ekonomi premium berkapasitas 80 penumpang dalam 1 gerbong, 1 kereta makan, 1 kereta pembangkit, dan yang paling spesial adalah 1 kereta Compartment Suite mewah yang harga tiketnya mencapai Rp 2,5 juta.
Jajan di Stasiun Cipeundeuy
![]() |
| Stasiun Cipeundeuy |
Sekitar pukul 16.38 WIB, kereta kami berhenti di Stasiun Cipeundeuy.
Berhenti di stasiun ini adalah hal yang wajib bagi semua kereta api, dan ini memberikan kami kesempatan berharga untuk turun sejenak dan jajan di kedai-kedai UMKM binaan PT KAI yang berjejer di peron. Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk membeli baso tahu hangat. Rasanya enak sekali, dan yang paling penting, bisa jajan dengan harga yang sangat bersahabat.
Awak sumringah karena bisa jajan dengan harga yang terjangkau. Tidak sedikit yang turun untuk jajan atau untuk foto foto. Stasiun Cipendeuy mendadak ramai seperti lebaran. Betapa tidak, ratusan orang turun disaat yang bersamaan. Berkah untuk pedagang, ada rejekinya hari ini.
Perjalanan kemudian dilanjutkan. Kami singgah sejenak di Stasiun Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar. Menjelang malam, kereta terus melaju melewati stasiun-stasiun besar lainnya seperti Kroya, Kutoarjo, dan Yogyakarta.
Sepanjang perjalanan, bahkan di daerah-daerah yang kami lewati, selalu ada saja railfans yang berdiri di pinggir rel dengan kamera mereka untuk mendokumentasikan KA Sangkuriang yang melintas. Antusiasme masyarakat terhadap kereta baru ini benar-benar terasa sampai ke luar stasiun.
Kenyamanan Fasilitas Kereta Sangkuriang
![]() |
| Kereta Api Sangkuriang |
Di dalam gerbong, kereta ini terasa cukup nyaman. Mengingat jarak tempuhnya yang sangat jauh, pihak KAI meminjamkan selimut kepada kami para penumpang kelas eksekutif.
Namun, ada sedikit hal yang mengganjal bagi saya. Ternyata kelas eksekutif KA Sangkuriang masih menggunakan kursi berbahan stainless steel generasi pertama yang identik dengan warna biru tosca. Jika saya salah, mohon diingatkan ya, nanti saya perbaiki artikel ini.
Padahal, awalnya awak cukup berharap bisa merasakan kenyamanan kursi Eksekutif New Generation terbaru yang lebih modern. Meski begitu, legroom yang luas dan legrest yang tersedia tetap membuat perjalanan berjam-jam ini tidak terlalu menyiksa punggung.
Owh iya, di bangku eksekutif ini ada mejanya juga. Awak gunakan waktu makan nasi Padang. Lumayan sangat membantu.
Sekitar tengah malam, awak memutuskan untuk berjalan ke kereta makan atau restorasi. Setelah makan awak putuskan untuk memesan segelas kopi panas seharga Rp 17.000 untuk menemani malam. Kalau dipikir-pikir, harga belasan ribu untuk segelas kopi di atas kereta yang sedang melaju kencang masih sangat masuk akal. Awak jadi teringat, kalau pesan kopi di atas pesawat harganya bisa berapa ya? Seingat awak jauh lebih mahal dari ini.
Manuver Ganti Arah di Surabaya Gubeng
![]() |
| Kereta Api Sangkuriang |
Salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan ini terjadi saat kami tiba di Stasiun Surabaya Gubeng sekitar pukul 01.12 WIB dini hari.
Untuk melanjutkan perjalanan ke arah Banyuwangi, kereta harus melakukan manuver khusus. Lokomotif yang awalnya berada di depan dilepas, kemudian dipindahkan dan dipasangkan kembali di bagian belakang rangkaian kereta. Jadi ingat dulu naik Sri Tanjung sama Ezik dari Lempuyangan ke Ketapang. Pas pulangnya naik Sri Tanjung juga, kali ini ada Febri dari Balikpapan, selain Ezik.
Karena arah laju kereta berubah, kami sebagai penumpang juga harus memutar arah bangku kami masing-masing agar tidak berjalan mundur. Para petugas membantu kami memutar arah kursi. Suasana gerbong saat itu cukup riuh rendah karena para penumpang sibuk menginjak pedal pemutar kursi dan membalikkan arah bangku mereka. Ternyata, prosedur memutar arah seperti inilah yang harus dilalui jika kita naik kereta dari arah barat menuju ke Banyuwangi via Surabaya.
Tiba di Ujung Timur Jawa Tepat Waktu
![]() |
| Stasiun Ketapang |
Setelah melewati manuver di Surabaya, kereta melanjutkan perjalanannya menyusuri rute timur melalui Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, dan Jember. Di rute ini, perjalanan terasa sangat mulus dan saya berhasil tidur dengan cukup pulas berkat selimut yang hangat.
Pagi harinya, cahaya matahari mulai menyambut kami saat kereta memasuki kawasan Banyuwangi. Kereta akhirnya tiba di Stasiun Ketapang, sebagai stasiun pemberhentian terakhir, tepat pada pukul 06.52 WIB. Perjalanan menempuh 1.002 kilometer ini berjalan sangat tepat waktu. Tidak ada keterlambatan sama sekali meskipun ini adalah perjalanan perdana mereka.
Menurut awak, pengalaman naik KA Sangkuriang ini sangat layak untuk dicoba, terutama bagi kalian yang ingin bepergian dari Jawa Barat ke ujung timur Jawa Timur tanpa repot harus transit atau berganti kereta di tengah malam.
Mulai dari war tiket di aplikasi KAI Access, suasana stasiun yang meriah, sensasi jajan di Cipeundeuy, hingga manuver putar kursi di Surabaya Gubeng, semuanya merangkai sebuah storytelling perjalanan yang sulit dilupakan. Buat Anda yang berencana traveling atau menjelajah kawasan Banyuwangi dan sekitarnya dari Bandung, KA Sangkuriang bisa masuk dalam daftar rekomendasi moda transportasi andalan kalian!
Jadwal Kereta Sangkuriang Dari Bandung
Berikut adalah jadwal lengkap kedatangan dan keberangkatan Kereta Api Sangkuriang (KA 7044A) untuk rute Stasiun Bandung menuju Stasiun Ketapang yang melewati 24 stasiun pemberhentian
| No | Stasiun | Tiba | Berangkat |
|---|---|---|---|
| 1 | Stasiun Bandung | — | 14.45 WIB |
| 2 | Stasiun Cipeundeuy | 16.38 WIB | 16.52 WIB |
| 3 | Stasiun Tasikmalaya | 17.32 WIB | 17.35 WIB |
| 4 | Stasiun Ciamis | 17.56 WIB | 17.58 WIB |
| 5 | Stasiun Banjar | 18.19 WIB | 18.22 WIB |
| 6 | Stasiun Kroya | 19.25 WIB | 19.27 WIB |
| 7 | Stasiun Kutoarjo | 20.18 WIB | 20.33 WIB |
| 8 | Stasiun Yogyakarta | 21.16 WIB | 21.20 WIB |
| 9 | Stasiun Solo Balapan | 22.02 WIB | 22.05 WIB |
| 10 | Stasiun Madiun | 23.08 WIB | 23.13 WIB |
| 11 | Stasiun Caruban | 23.06 WIB* | 23.28 WIB* |
| 12 | Stasiun Kertosono | 00.42 WIB* | 00.04 WIB* |
| 13 | Stasiun Jombang | 00.16 WIB | 00.18 WIB |
| 14 | Stasiun Mojokerto | 00.36 WIB | 00.38 WIB |
| 15 | Stasiun Surabaya Gubeng | 01.12 WIB | 01.37 WIB |
| 16 | Stasiun Sidoarjo | 02.00 WIB | 02.02 WIB |
| 17 | Stasiun Bangil | 02.23 WIB | 02.26 WIB |
| 18 | Stasiun Pasuruan | 02.44 WIB | 02.47 WIB |
| 19 | Stasiun Probolinggo | 03.15 WIB | 03.17 WIB |
| 20 | Stasiun Klakah | 03.45 WIB | 03.47 WIB |
| 21 | Stasiun Jember | 04.35 WIB | 04.40 WIB |
| 22 | Stasiun Kalibaru | 05.44 WIB | 05.46 WIB |
| 23 | Stasiun Banyuwangi Kota | 06.34 WIB | 06.38 WIB |
| 24 | Stasiun Ketapang | 06.52 WIB | — |







Comments
Post a Comment