Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Malaysia

Astaka Morocco: Pesona Arsitektur Maghribi di Jantung Putrajaya

  Rasanya sudah berulang kali saya berkesempatan untuk singgah di Kuala Lumpur. Mumpung masih pagi, saya sempatkan untuk berkunjung ke Putra Jaya. Dari KL Sentral saya naik KLIA Ekspress. Tujuan saya adalah Stasiun Putrajaya & Cyberjaya, tiket dewasa adalah RM14.00 dan tiket anak anak adalah RM6.30. Bisa saja lebih murah jika kalian naik bus dari Pasar Seni ke Putra Jaya. Atau kalian naik kereta dulu ke Stasiun Bandar Tasik Selatan.  Karena berjalan seorang diri, saya jadi bebas mencari destinasi menarik untuk dijelajahi. Semalam saya sempat melihat di google maps, ada destinasi menarik di Putra Jaya. Astaka Morocco menjadi salah satu pilihan untuk saya kunjungi di Putrajaya. Meskipun transportasi umum terbatas dari pusat kota ke Putrajaya, namun dengan menggunakan kereta KLIA Transit, saya dapat menjangkau destinasi ini dengan mudah. Sebenarnya tidak terbatas juga, ada beberapa moda transportasi, tetapi ya itu kalau naik bus harus sabar menanti.Dari Terminal Putra Jaya, saya menai

Transportasi Dari Bandara KLIA 2

  Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 2 terletak di Sepang, Selangor, Malaysia. Bandara ini terletak sekitar 2 kilometer dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) dan dapat diakses melalui jalan raya utama dan transportasi umum seperti kereta ekspres, kereta komuter, taksi, dan bus. KLIA2 adalah bandara modern yang berfungsi sebagai pusat penerbangan bertarif rendah (LCC) di Malaysia, dengan maskapai penerbangan seperti AirAsia, Malindo Air, Cebu Pacific, dan banyak lagi. Transportasi Umum Terdapat beberapa pilihan transportasi yang tersedia dari Bandara KLIA2 ke berbagai destinasi di sekitarnya, antara lain: Kereta Ekspres: KLIA Ekspres adalah kereta cepat yang menghubungkan KLIA2 dengan pusat kota Kuala Lumpur dalam waktu sekitar 28 menit. Kereta beroperasi setiap 15-20 menit dan tarifnya berkisar antara RM 55 hingga RM 100 tergantung pada tujuan. Kereta Komuter: Anda juga dapat menggunakan Kereta Komuter untuk pergi ke pusat kota Kuala Lumpur atau destinasi

Tradisi Balik Kampung Di Malaysia: Tips And Trick

Tradisi "mudik" dalam bahasa Melayu merujuk kepada perjalanan pulang ke kampung halaman semasa musim perayaan seperti Hari Raya Aidilfitri, Hari Raya Aidiladha, dan Tahun Baru Cina. Istilah "mudik" biasanya digunakan di Indonesia, sedangkan di Malaysia, tradisi yang serupa dikenali sebagai "balik kampung" atau "pulang kampung". Semasa musim perayaan, ramai orang di Malaysia yang berasal dari kampung halaman akan pulang ke kampung mereka untuk berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara. Biasanya, mereka akan mengambil cuti panjang untuk menikmati suasana perayaan dan menghabiskan masa bersama-sama dengan orang tersayang. Semasa Idul Fitri, terdapat juga tradisi menghulurkan maaf antara sesama keluarga dan sahabat-menyahabat sebagai simbol perdamaian dan keharmonian. Amalan ini dikenali sebagai "maaf zahir dan batin" di Malaysia, di mana seseorang akan meminta maaf secara terbuka kepada orang lain atas segala kesilapan dan kekhilafan yan

Naik Bus dari TBS Malaysia ke Hat Yai Thailand

1 Juni 2019. Air Asia terakhir mengantarkan siang itu ke petang Sepang. Setelah 1 jam tanpa sinyal telepon seluler. Sebelumnya aku menikmati internet gratis dari wifi yang ditebar di Bandara Iskandar Muda, Aceh Besar. Internet dapat ditemukan dan diakses dengan mudah. Demikian juga ketika mendarat di Kuala Lumpur International Airport 2. Dinginnya selasar kedatangan membuat jantung berpacu. Berdegup keras seperti kecepatan telepon seluler menjelajah internet gratis disana. Sengaja bergegas, mengabaikan toilet dan berharap antrian imigrasi tidak ramai.  Ini kali kedua mengalami tak ada antrian yang berarti di imigrasi. Petugas hanya memastikan sembari tersenyum “Dari Aceh? Mau lanjut ke Jakarta?” Mereka seakan terbiasa menghadapi masyarakat Aceh yang singgah sejenak di Negeri Jiran hanya untuk kembali menyeberang ke kota-kota lain di Indonesia. “Tak Cik, saya nak pi Thailand kejap ini malam dari TBS”. Cop cop, sidik jari, dan imigrasi berlalu begitu saja. Sudah 3 tempat pen

Putra Jaya Sisi Lain Malaysia

Setelah beberapa kali mengunjungi Malaysia. Ada terbersit niat, mengunjungi daerah yang tidak jauh dari Kualalumpur atau tidak jauh dari Kualalumpur International Airport. Jadi kalau letih, bisa langsung bergerak ke KLIA. Melihat beberapa titik di google map, terlihat Putra Jaya, Shah Alam, Klang. Sepertinya Putra Jaya lebih recomended berdasarkan beberapa tulisan bloger yang mendadak saya baca malam itu. Selain mudah dijangkau, Putra Jaya menawarkan bangunan bangunan berarsitektur kelas dunia. Itu kerana nya sayang untuk dilewatkan.

Trik Murah Naik Kereta Api Ke KLIA

Kebanyakan dari kita ingin bepergian dari Kuala Lumpur International Airport atau Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2) ke Kuala Lumpur Sentral (KL Sentral) dengan murah dan cepat. KL Sentral merupakan pusat stasiun kereta api di Kualalumpur, Malaysia. Sebagai stasiun kereta api terbesar di Asia Tenggara, KL Sentral dapat menghubungkan kereta antar propinsi maupun antar bangsa (Lintas Negara). KL Sentral juga menjadi penghubung beberapa moda transportasi dari pusat kota ke beberapa lokasi tujuan wisata di Kualalumpur.   Bagaimana menuju KL Sentral dari KLIA maupun KLIA2 dengan murah? Kita bisa menggunakan Bus yang berada di lantai 1 atau di ground floor. Untuk dewasa akan dikenai tarif RM10. Biasanya bus berangkat setiap 30 menit sekali. Tiket dapat dibeli di loket resmi di lantai yang sama. Jadwal keberangkatan bus mulai dari pukul 03.00 - 00.30. Perjalanan relatif lama karena ditempuh kurang lebih selama 90 menit waktu normal.

Mixed Rice Petaling Street

Saya terdampar di area ini setelah berjalan-jalan dari Pasar Seni. Perut keroncongan dan sedikit letih karena ransel di punggung bertambah beban dari keringat yang menempel pada pakaian kotor. Mungkin ini yang disebut sebagai Petaling Street. Sekalipun salah biarlah saya meyakini bahwa daerah ini bernama Petaling Street. Kehidupan mulai terlihat pagi itu. Para pedagang mulai menggelar lapak dagangannya. Ada yang membuka toko ada yang mulai memindahkan roda bahkan mengangkat rak jualan dari tempat penyimpanan ke tepi jalan. Nyaris seperti Khaosan Road di Bangkok. Tapi setidaknya tidak semerawut di Gasibu. Pejalan kaki masih nyaman melenggang meski sesekali harus menepi karena ada kendaraan yang lewat. Jalan ini sangat nyaman karena sepanjang jalannya diberi atap yang dihiasi lampion dan bendera warna warni. Setidaknya ini bisa saya asumsikan sebagai Petaling Street. Bila salah mohon maafkan, karena sekembali dari Melaka saya tetap memutuskan untuk mengunjungi jalan ini kembali. Sek