Krui memang menjadi tujuan saya kali ini. Pagi tadi, perjalanan kuliner dimulai dengan sarapan di Wo Erli, sebuah tempat makan yang berada tidak jauh dari Terminal Krui. Setelah sarapan, saya melanjutkan aktivitas menikmati suasana Krui. Saya sempat kembali ke Penginapan Janitra sebelum akhirnya siang hari kembali mencari tempat makan.
Pilihan kali ini jatuh ke Rumah Makan Padang Puti Minang, yang berada di Jalan Kesuma, tepat di depan SDN 1, kawasan Pasar Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Nama rumah makan Padang tentu bukan sesuatu yang asing. Kalau tak salah, Puti Minang juga ada cabang lain di Pringsewu, Candi Mas, Bandar Lampung, dan berbagai kota lainnya. Seperti biasa kita akan melihat etalase penuh rendang, gulai, tambusu, perkedel, dan lauk lainnya.
Namun, ada satu menu di Puti Minang Krui yang membuat saya tertarik. Namanya gulai ikan tuhuk.
Bagi yang pernah mendengar cerita tentang kuliner Pesisir Barat, ikan tuhuk mungkin sudah tidak asing. Ikan ini cukup dikenal sebagai salah satu bahan makanan khas kawasan pesisir Lampung Barat dan Pesisir Barat. Karena sedang berada di Krui, rasanya sayang kalau tidak mencoba ikan yang satu ini.
![]() |
| Gulai Ikan Tuhuk |
Nasi Rames Gulai Ikan Tuhuk
Konsep makan di Puti Minang cukup familiar. Berbagai lauk tersedia dan kita tinggal memilih apa yang ingin disantap. Saya kemudian mengambil nasi rames dengan gulai ikan tuhuk sebagai lauk utama.
Sepiring nasi dengan potongan ikan dan kuah gulai terlihat sederhana. Tetapi justru makanan seperti ini yang saya cari ketika sedang bepergian. Karena memang di Bandung akan sulit mencari Ikan Tuhuk ini. Ikan segar memang di Pesisir Pantai lah pilihan tepat.
Ikan tuhuk memiliki tekstur yang cukup khas. Dagingnya terasa kenyal, lembut, dan gurih. Tidak mudah hancur ketika disantap, sehingga cukup enak dimakan bersama nasi dan kuah gulainya.
Kuah gulainya sendiri terasa gurih dengan aroma rempah yang khas masakan Minang. Ketika kuah saya campur denga nasi, maka rasa gurih dan bumbu menjadi lebih terasa. Saya bisa memahami mengapa gulai ikan tuhuk menjadi salah satu menu yang menarik perhatian ketika berbicara tentang makanan di Pesisir Barat.
Ada pengalaman berbeda ketika menyantap makanan lokal di daerah asalnya. Jadi semakin terasa kalau kita sedang menyambangi daerah yang berbeda, terutama daerah bukan tempat tinggal kita. Kita sedang berada di Krui, kota yang berada di pesisir barat Lampung, sehingga menu ikan terasa semakin cocok dengan suasana perjalanan hari itu.
Pagi tadi saya sudah sarapan di sekitar Terminal Krui. Siang harinya, saya kembali mencari makanan di kawasan kota. Dua tempat makan dengan karakter berbeda, tetapi sama-sama menjadi bagian dari cerita perjalanan saya di Krui.
![]() |
| Puti Minang Krui |
Rendang, Tambusu, dan Perkedel
Tentu saja saya tidak hanya makan ikan tuhuk.
Namanya juga rumah makan Padang, beberapa lauk yang sudah akrab langsung menarik perhatian. Saya mencoba rendang, dan menurut saya rasanya enak. Dagingnya berpadu dengan bumbu yang kaya rempah dan memberikan rasa gurih yang cukup kuat.
Rendang adalah menu yang hampir selalu saya perhatikan ketika makan di rumah makan Padang. Ada semacam standar tersendiri ketika mencicipi rendang di tempat yang berbeda. Di Puti Minang Krui, rendangnya menurut saya layak untuk menemani nasi rames.
Kemudian ada tambusu. Menu ini juga menjadi salah satu lauk yang menarik untuk dicoba. Bentuknya memang berbeda dengan lauk daging atau ikan yang biasa ditemukan di etalase rumah makan. Tekstur dan isian tambusu memberikan variasi dalam satu piring.
Sebenarnya ada lagi menu lain andalan Warung Padang, yaitu telur dadar. Atau ada yang menyajikan Dadar Barendo. Konon jika enak dadar yang disajikan, maka enaklah semua masakan Kedai Minangkabau tersebut.
Saya juga mengambil perkedel. Kalau sudah melihat perkedel di rumah makan Padang, rasanya sulit untuk tidak mengambilnya. Perkedel di Puti Minang juga terasa seperti perkedel yang biasa kita temui di rumah makan Minang lainnya.
Jadi, kalau datang ke sini dan tidak ingin mencoba ikan tuhuk, pilihan lauknya tetap cukup banyak. Rendang, tambusu, perkedel, dan berbagai lauk lainnya bisa menjadi pilihan sesuai selera.
Tetapi bagi saya, ikan tuhuk tetap menjadi alasan paling menarik untuk mencoba Puti Minang ketika sedang berada di Krui.
Makan Siang di Pasar Krui
Puti Minang berada di Jl. Kesuma, depan SDN 1, Pasar Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Lokasinya berada di kawasan yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat Krui.
Saya suka menemukan rumah makan seperti ini ketika bepergian. Tidak harus restoran dengan konsep khusus untuk wisatawan. Rumah makan yang melayani masyarakat sehari-hari justru sering memberikan gambaran yang lebih dekat dengan kehidupan kota yang sedang kita kunjungi.
Kedai makan ini buka 24 jam, wajar jika jadi persinggahan orang orang yang akan ke Bengkulu, ke Liwa, atau ke Bandar Lampung sendiri.
Puti Minang menyediakan beberapa pilihan layanan, mulai dari prasmanan, hidang, rames, bungkus, hingga nasi kotak. Jadi pilihannya cukup fleksibel, baik untuk makan di tempat maupun membawa makanan.
Kedai ini punya lahan parkir yang cukup untuk beberapa kendaraan roda empat. Suasana disini cukup sejuk dengan kipas angin. Kalian pasti maklum, pesisir selalu panas kan. Meja meja selalu rapih dan bersih. Inilah yang bikin saya suka dengan Warung Padang, selalu punya standar pelayanan yang dijunjung tinggi.
Kalau ke Krui lagi, makan dimana lagi kita?


Comments
Post a Comment