Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2026

Featured Post

Menikmati Gulai Ikan Tuhuk di Puti Minang Krui

Menikmati Gulai Ikan Tuhuk di Puti Minang Krui

Krui memang menjadi tujuan saya kali ini. Pagi tadi, perjalanan kuliner dimulai dengan sarapan di Wo Erli , sebuah tempat makan yang berada tidak jauh dari Terminal Krui. Setelah sarapan, saya melanjutkan aktivitas menikmati suasana Krui. Saya sempat kembali ke Penginapan Janitra sebelum akhirnya siang hari kembali mencari tempat makan. Pilihan kali ini jatuh ke Rumah Makan Padang Puti Minang, yang berada di Jalan Kesuma, tepat di depan SDN 1, kawasan Pasar Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Nama rumah makan Padang tentu bukan sesuatu yang asing. Kalau tak salah, Puti Minang juga ada cabang lain di Pringsewu, Candi Mas, Bandar Lampung, dan berbagai kota lainnya. Seperti biasa kita akan melihat etalase penuh rendang, gulai, tambusu, perkedel, dan lauk lainnya. Namun, ada satu menu di Puti Minang Krui yang membuat saya tertarik. Namanya gulai ikan tuhuk. Bagi yang pernah mendengar cerita tentang kuliner Pesisir Barat, ikan tuhuk mungkin sudah tidak asing. Ikan ini cukup dikenal seba...

Peak Design Travel Backpack 45L Review: Is It Worth Buying?

Peak Design Travel Backpack 45L The Peak Design Travel Backpack 45L has earned a reputation as one of the most versatile premium travel backpacks on the market. Especially those searching for The Best Backpack for Men in 2026 . Designed for travelers, photographers, and digital creators, it combines premium materials with an innovative expandable design that adapts to different travel styles. Unlike many travel backpacks that offer a fixed capacity, the Peak Design Travel Backpack can transform from a compact 30-liter daypack into a spacious 45-liter travel bag. This flexibility makes it attractive for weekend trips, business travel, and even extended adventures. But does this backpack justify its premium price? In this review, we'll examine its design, features, storage, comfort, and overall value to help you decide whether it's the right travel companion. Peak Design Travel Backpack 45L Specifications Specification Details Capacity      30L / 35L / 45L Weight  ...

Transportation from Kuala Lumpur to Penang 2026

Bus at Penang station Traveling approximately 350 kilometers from Malaysia's vibrant capital, Kuala Lumpur, to the historic island of Penang is on the bucket list of many travelers. As one of the country's most popular routes, there are several transportation options available, including modern electric trains, affordable express buses, and quick domestic flights. Choosing the right mode of transportation depends on your priorities—whether you value comfort, speed, flexibility, or budget. This guide covers every option to help you plan the perfect journey to Malaysia's renowned food capital. 1. ETS Train: The Most Comfortable and Reliable Option Many travelers consider the ETS (Electric Train Service) to be the best way to travel from Kuala Lumpur to Penang. The train departs from KL Sentral and terminates at Butterworth Railway Station on the mainland, directly opposite Penang Island. Ticket Prices and Classes As of 2026, ETS tickets are available in two main categories: ...

Desa Wisata Tetebatu Pesona Ubud-nya Lombok di Kaki Gunung Rinjani

Landcape Tetebatu Lombok Masih pagi ketika kendaraan yang saya tumpangi meninggalkan jalan utama menuju Desa Wisata Tetebatu di Kabupaten Lombok Timur. Desa Tetebatu merupakan salah satu destinasi tujuan wisata di Lombok . Perlahan suasana kota mulai menghilang, berganti hamparan sawah hijau yang membentang sejauh mata memandang. Kabut tipis masih menyelimuti lereng Gunung Rinjani, sementara embun menempel di pucuk-pucuk padi yang bergoyang pelan diterpa angin. Sesekali terdengar suara ayam berkokok dari kejauhan, disusul gemericik air yang mengalir melalui saluran irigasi tradisional. Tidak ada kemacetan, tidak ada deretan bangunan tinggi, hanya udara pegunungan yang sejuk dan aroma tanah basah yang membuat langkah terasa lebih ringan. Sulit rasanya membayangkan bahwa suasana setenang ini hanya berjarak sekitar dua jam dari Bandara Internasional Lombok. Saat pertama kali menginjakkan kaki di Tetebatu, saya langsung mengerti mengapa banyak wisatawan menyebut desa ini sebagai "Ubud...