![]() |
| Instagram Desa |
Bayangkan seorang calon tamu di kota yang ingin berlibur akhir pekan ke desa. Ia membuka HP, mengetik “desa wisata dekat sini”, lalu melihat hasilnya. Desa yang punya foto, peta, dan nomor telepon yang jelas akan dipilih. Desa yang tidak muncul sama sekali, walaupun pemandangannya indah, tidak akan terpikir.
Itulah alasan desa perlu ada di internet. Tulisan ini membahas cara mempromosikan desa di internet dengan langkah-langkah sederhana: Google Maps, situs Jadesta, halaman web desa, dan media sosial.
Mengapa Desa Perlu Ada di Internet?
Orang sekarang mencari tempat wisata, penginapan, dan makanan lewat HP. Kalau desa tidak ada di Google Maps atau media sosial, calon tamu sulit menemukan atau memastikan lokasinya.
Ada alasan lain yang lebih resmi. Dalam seleksi Anugerah Desa Wisata Indonesia, penilaian dilakukan setelah desa mengisi data lewat situs Jadesta, dan desa yang belum masuk tahap akhir pun didorong untuk terus melengkapi datanya. Jadi data yang rapi di internet bisa membuka peluang pembinaan dan penghargaan.
Langkah 1: Kumpulkan Data dan Foto
Sebelum mendaftar ke mana pun, siapkan bahan dulu:
- Nama desa, alamat lengkap, dan cara menuju lokasi.
- Daftar atraksi, misalnya jalur alam, tradisi, dan kuliner.
- Jam buka, tarif, dan nomor telepon yang aktif.
- Foto yang jelas dari berbagai sisi: tampak depan, suasana, produk, dan kegiatan warga.
- Video pendek dari tempat-tempat menarik.
Potensi desa yang sudah dicatat di panduan menggali potensi desa bisa langsung dipakai.
Langkah 2: Daftarkan Desa ke Google Maps
Google Maps adalah tempat pertama yang dibuka banyak orang saat mencari lokasi. Mendaftarkan tempat ke Google Maps gratis dan bisa dilakukan lewat aplikasi di HP.
Untuk Tempat Wisata atau Lokasi Umum
Caranya secara garis besar: buka aplikasi Google Maps, pilih menu untuk menambahkan tempat, isi nama, alamat, dan kategori, lalu tambahkan detail seperti nomor telepon, jam operasional, foto, atau situs web. Setelah itu ketuk kirim.
Untuk Usaha Seperti Homestay dan Warung
Jika tempatnya adalah usaha, lebih baik didaftarkan sebagai Profil Bisnis (dulu bernama Google Bisnisku). Fitur ini memberi pengelola kesempatan melihat ulasan pelanggan dan menjawabnya. Pendaftaran Profil Bisnis tidak dikenakan biaya, kecuali kalau memakai layanan iklan. Google akan melakukan verifikasi sebelum bisnis muncul di pencarian.
Tips Supaya Profil Meyakinkan
- Isi jam buka dengan benar, dan ubah saat libur atau tutup.
- Gunakan nomor telepon yang betul-betul bisa dihubungi.
- Unggah foto dari berbagai sisi: depan, dalam, dan produk. Foto yang beragam membuat profil lebih meyakinkan.
- Pasang titik lokasi dengan tepat.
Homestay di desa Anda juga sebaiknya didaftarkan, seperti dibahas di panduan homestay desa.
Langkah 3: Daftar ke Jadesta
Jadesta atau Jejaring Desa Wisata adalah situs pemerintah pusat yang mencatat desa-desa wisata di Indonesia. Jumlah desa yang mendaftar terus naik, dari 1.831 pada 2021, menjadi 3.419 pada 2022, lalu 4.573 pada 2023. Cari “Jadesta” di Google untuk membuka situs resminya, lalu ikuti petunjuk pendaftaran. Alamat situs bisa berganti, jadi pastikan Anda membuka situs yang resmi.
Isilah data sedetail mungkin: profil desa, atraksi, penginapan, dan kontak pengelola. Data yang lengkap memudahkan pemerintah mengenali desa Anda.
Langkah 4: Buat Halaman Web Sederhana
Desa tidak harus punya situs yang mahal. Halaman web sederhana, bahkan blog gratis, sudah cukup. Isinya:
- Cerita singkat tentang desa.
- Daftar atraksi dan foto.
- Peta dan cara menuju lokasi.
- Daftar homestay, makanan, dan oleh-oleh.
- Kontak pengelola.
Halaman web membantu karena mesin pencari seperti Google bisa menemukannya. Tulis dengan kata-kata yang biasa diketik orang, misalnya “wisata alam di (nama desa)” atau “homestay di (nama desa)”.
Langkah 5: Aktifkan Media Sosial
Media sosial seperti Instagram cocok untuk menunjukkan suasana desa lewat foto dan video. Cara mengelolanya dibahas lengkap di panduan Instagram desa wisata. Sebuah penelitian tentang model promosi Instagram di desa wisata mencatat bahwa desa wisata biasanya belum punya model promosi digital yang tertata, mulai dari rencana isi, ciri khas tampilan, sampai cara berinteraksi dengan pengikut. Karena itu, buat rencana sederhana sebelum mengunggah.
Langkah 6: Minta Ulasan dan Perbarui Data
Ulasan tamu di Google Maps menjadi bukti bahwa desa benar-benar ada dan dikunjungi. Ajak tamu menulis ulasan setelah menginap atau berkunjung, dan jawab setiap ulasan dengan sopan.
Jangan lupa memperbarui data. Informasi yang salah, seperti jam buka yang berubah, membuat tamu kecewa. Tunjuk satu orang yang bertugas memeriksa data setiap bulan.
Isi yang Harus Ada di Setiap Halaman
Setiap halaman promosi sebaiknya menjawab enam pertanyaan calon tamu:
- Apa yang ada di sini?
- Di mana lokasinya?
- Bagaimana cara menuju ke sana?
- Kapan waktu terbaik datang?
- Berapa biayanya?
- Bagaimana cara memesan atau bertanya?
Siapa yang Mengelola?
Promosi digital butuh orang yang mengurusnya secara rutin. Tunjuk dua atau tiga admin, bisa dari pemuda desa atau anggota Pokdarwis. Seksi promosi di Pokdarwis cocok memegang tugas ini, lihat cara membentuk Pokdarwis. Latih mereka melalui pelatihan untuk warga desa wisata. Di beberapa desa, pendampingan pemuda membuat usaha warga terdaftar di Google Maps dengan profil yang lengkap dan bisa diakses publik.
Oleh-oleh desa juga bisa dipromosikan lewat foto di halaman yang sama. Lihat panduan menjual oleh-oleh desa.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Izin foto. Minta izin warga sebelum memajang wajah atau rumah mereka.
- Data benar. Jangan melebih-lebihkan. Tamu yang kecewa akan menulis ulasan buruk.
- Keamanan. Jangan menuliskan lokasi rumah warga secara rinci tanpa izin.
- Konsisten. Lebih baik sedikit tetapi rutin, daripada banyak lalu berhenti.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah harus punya situs web? Tidak harus. Google Maps dan Instagram sudah sangat membantu. Situs web bisa menyusul.
Apakah mendaftar di Google Maps berbayar? Tidak. Pendaftaran dan pengelolaan Profil Bisnis gratis, kecuali kalau memakai layanan iklan.
Berapa lama sampai tampil di Google? Google memverifikasi dulu, sehingga perlu waktu. Pastikan data lengkap dan benar.
Desa yang mudah ditemukan akan lebih cepat dikunjungi. Gambaran lengkap langkah awalnya ada di panduan membuat desa wisata dan mengurangi kemiskinan warga, dan cara melibatkan warga dalam promosi ada di panduan mengajak seluruh warga membangun desa wisata.
.png)
Comments
Post a Comment